Visitor

Selasa, 28 Juli 2015

Menulis vs Membaca atau Membaca dan Menulis ?


 

 

Terkadang kita sering berdebat akan pentingnya membaca dan seringkali menomorduakan menulis. Kita terlalu fokus pada kehebatan berapa banyaknya bahan bacaan yang telah kita ‘lahap’. Tanpa kita sadar bahwa membaca juga masih memiliki beberapa kekurangan. Dengan menulis kita akan bisa dapatkan banyak manfaat di dalamnya, kita bisa membagi ilmu kita dan juga memudahkan kita untuk mengingat berbagai hal yang telah kita baca.

Ada yang bilang menulis itu susah, memerlukan waktu yang cukup banyak, dan berbagai alas an lainnya. Padahal menulis itu sama sekali gak susah, malah kita dari kecil juga telah terbiasa untuk menulis berbagai hal dalam hidup kita. Coba lihat saat kita kecil terkadang suka mencoret=coret tembok yang ‘tak bersalah’, atau menulis contekan disaat ujian sekolah. Tuh, menulis secara tidak langsung pernah kita lakukan dalam kehidupan. Tapi mulai kapan kita mau serius? Apa perlu serius dalam menulis sebuah hal? Itu semua pertanyaan yang seharusnya bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membaca artikel ini.

Menulis adalah buah dari membaca, jika membaca adalah akar dari sebuah pohon, maka menulis adalah buah yang bisa kita rasakan manfaatnya. Membaca tanpa menulis bagaikan sebuah pohon yang tidak berbuah. Ada tapi tidak akan membuat manfaat yang maksimal. Membaca dan menulis akan saling melengkapi satu sama lain, seperti halnya sebuah al-kitab, dimana semua orang mencatatnya agar tidak hilang ditelan oleh zaman.

Menulis tidaklah perlu dibuat rumit, tak perlu berlembar-lembar dan tersusun dalam beberapa bab. Menulis tak serumit itu, bahkan lebih mudah. Semua orang bisa, asal tidak enggan melakukannya. Kutu juga suka menulis, mulai dari hal termudah hingga hal tersusah dalam hidup kutu. Tulisan mampu menjadi penasihat kita, pengingat, dan juga motivator pribadi kita. Hal termudah yang bisa kita lakukan, tapi bisa membawa dampak besar dalam kehidupan kita.

Orang-orang sukses mengawali kesuksesan mereka dengan beberapa tulisan kecil yang mereka buat, tulisan kecil yang mengingatkan tujuan mereka, rencana di masa depan, dan berbagai hal-hal yang mereka perlu tuliskan sebagai bahan pelajaran untuk melangkah ke depan. Tulisan tak harus selalu berupa coretan, terkadang bisa berupa gambar, yang mengekspresikan dirimu dalam menatap kehidupan. Dengan kata lain, gambar adalah tulisan yang mempunyai perasaan di dalamnya.

Menulis di masa muda adalah cahaya, dan menulis di masa tua adalah kebijakan. Tulisan adalah cahaya yang akan membimbingmu dan orang-orang di sekitarmu. Banyak orang sukses yang menyuruh setiap orang menulis impiannya, terkadang hingga 100 IMPIAN. Mungkin mereka tak salah menyuruh kita melakukan hal yang terlihat berlebihan, tapi untuk menjadi besar perlu berbuat hal lebih bukan. Nikmatilah prosesnya, dan tuliskan setiap pelajaran yang kau dapatkan. Mungkin, bila kau telah sukses nanti, kau juga bia membimbing para generasimu, anak cucumu, dengan tulisan-tulisan kecil yang kalian buat. Bukankah tulisan dimasa tua adalah kebijakan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar