Visitor

Rabu, 01 Juli 2015

Sang Lebah

Sang Lebah tak lagi sayang kepada bunga, kenapa? mungkin ia mulai jenuh dengan bunga yang itu-itu saja. Ia mulai mondar-mandir tak tentu arah mencari sesuatu hal yang lebih hangat dan manis semisal bunga. Bunga dan bunga, ya hanya itu yang ia temukan, tak nampak yang lain.

Terkadang Sang lebah kesal, karena bunga dan bunga lagi yang ia temukan. Tak ada satupun yang menarik matanya. Lebah yang kesal akhirnya berpikir pendek untuk meninggalkan habitatnya, ia benar-benar tak tahu akan bahaya diluar sana. Ia telah nekad, matanya telah gelap, hanya kepuasan yang ia cari dan tanpa berpikir untuk tetap berhati-hati. Lebah yang bosan itu akhirnya telah membulatkan tekad dan meninggalkan kawanannya. Kini ia sendiri dan tanpa tahu arah kembali.

Sang lebah kini telah sangat jauh dari sarang yang ditinggalinya. Dia kini mulai lelah dan kehabisan tenaga, Ia memutuskan istirahat dan tidur pada sebuah lubang pohon. Ia bertemu dengan ulat pohon, ulat pohon terlihat tak senang dengan kehadirannya, Sang lebah pun diusir dari sana. Sang lebah malang tak bisa apa-apa, ia hanya bisa pasrah dan memilih pergi dari pohon yg dipenuhi ulat pohon tersebut.

Sang lebah kembali mencari tempat berteduh pada waktu itu, ia temukan sebuah celah di bebatuan, ia coba masuk ke dalam sana. Tapi alangkah kagetnya si lebah saat menemui para anak kadal didalam sana. Sang lebah segera kabur, karena para kadal akan memakan serangga seperti dirinya. Ia pun mulai cemas, sudah tidak adakah tempat yang nyaman disana di tempat yg amat jauh dari sarangnya dahulu.

Lebah itu pun akhirnya mulai menyerah, ia tak tahu lagi harus melangkah kemana. Ia sadar bahwa keinginannya sudah menjerumuskannya ke tempat yang salah, ia tak pernah mensyukuri kehidupannya, bahkan saat keluar dari sarang pun ia tak meminta ijin dan saran dari teman-temannya. Sang lebah kini tahu begitu berharganya para sahabat di sekitarnya, dan begitu tamak dirinya. Kini Sang lebah hanya bisa berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkan hidupnya, memberikan kesempatan dirinya untuk berubah.

Beberapa saat kemudian terdengar suara gesekan sayap dari kejauhan, terdengar jelas dan sangat banyak. Sang lebah melihat ke arah datangnya suara dan alangkah bahagianya ia ketika melihat sekawanan lebah  datang menjemputnya. Mereka bisa menemukan lebah yang tersesat itu karena hormon yang keluar dari Sang lebah, sehingga mereka bisa melacaknya dengan mudah. Ia sangat bahagia dan memeluk kawan-kawannya, teman-temannya lalu memberitahunya bahwa sang Ratu benar-benar mencemaskannya. Ketika pulang Sang lebah meminta maaf kepada para kawanannya dan berjanji pada sang Ratu untuk tidak mengulangi perbuatan konyolnya tadi.  Setelah kejadian itu, Sang lebah benar-benar berubah, ia lebih mensyukuri kehidupannya dan menghargai para teman-temannya.   
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar