Percayakah kalian akan sebuah kesuksesan yang diraih dengan kerja keras, dan kenapa kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Bila dilihat dari kacamata para pesohor yang telah sukses pasti mereka akan menjawabnya ‘ya’ dan ‘mungkin’. Kenapa ada kata mungkin di dalamnya, mungkinkah orang yang tak terlalu bekerja keras juga bisa mendapatkan kesuksesannya? Ternyata banyak misteri yang tak terungkapkan bukan.
Kesuksesan adalah impian semua orang. Tak ada satu orang pun
di dunia ini yang tidak menginginkan kesuksesan dan kekayaan dalam hidupnya.
Meskipun sedikit berbeda namun keduanya tetaplah memiliki tujuan yang sama
yaitu BAHAGIA. Memang tak ada yang mudah menggapai kesuksesan ataupun kekayaan,
pasti sang pejuang akan menemui banyak rintangan yang senantiasa menghadang. Jadi,
jangan kaget kalau menjadi sukses itu tidak mudah.
Tak semua orang mengawali kesuksesannya dengan kesulitan
yang bertubi-tubi, tak jarang dari mereka mampu meraihnya relative ‘instan’.
semuanya bisa terjadi bila keberuntungan seseorang memang sedang baik, tapi
kemungkinannya sangat kecil, 1 banding 1000 kemungkinannya. Jauh berbeda dengan
kesuksesan yang diraih dengan sebuah kerja keras, kemungkinan berhasil akan
menjadi sangat besar dibanding hanya mengandalkan keberuntungan semata.
Disini kutu bukan ingin mengajari atau menggurui, tapi kutu
ingin membagi pelajaran yang pernah kutu dapat dari berbagai pengalaman dan
pengetahuan yang kutu dapat. Sehingga kutu dapat menemukan rumus hidup sukses
yang satu ini. Sebelum memperpanjang atau memperlebar pembahasan, kutu akan
sedikit menjelaskan apa itu P3 dan E dari rumus yang kutu buat. E
itu adalah sebuah singkatan dan Energi, kekuatan yang kita cari untuk mencapai
sebuah tujuan, tanpa itu kita akan terlihat lemah dan tak berdaya, bahkan lebih
buruk akan menimbulkan putus asa. Sedangkan P3 adalah singkatan dari
Passion, Patience, dan Persistent, ketiganya adalah unsur pembangun dalam
menciptakan Energi yang optimal.
Bagaimana, apa kalian sudah mulai capek baca artikel kutu
yang satu ini. Kalau memang lagi capek mending simpan artikel ini untuk dibaca
di lain waktu dan dalam keadaan yang lebih segar tentunya. Bukannya melarang,
tapi kutu ingin agar ilmu yang kutu bagi ini bisa diserap dengan optimal oleh
akal dan pikiran kalian kawan. Terlebih butuh praktek untuk membuktikan
kebenaran dari rumus yang kutu buat ini.
Rumus ini dimulai dengan huruf P dan pangkat 3. P
adalah Power sebagai sebuah alat pendorong, mendorong potensi dan segala
kemampuan yang kita miliki, dan pangkat 3 lebih krusial daripada
itu, sebuah kesatuan yang membentuk sebuah Power agar menjadi lebih optimal dan
luar biasa. Berikut penjelasannya:
Passion (Minat)
Minat adalah sebuah kunci, bukan sebuah bakat tapi lebih
berharga daripada itu. Minat akan membuat seseorang melakukan sesuatu tanpa
beban, tanpa perlu dorongan, dan akan dipenuhi dengan keikhlasan. Bakat memang
luar biasa, tapi minat yang kuat akan jauh lebih luar biasa. Meskipun orang
yang tidak berbakat harus bekerja ekstra
keras untuk mendapatkan talentanya, itu tidak masalah. Karena mereka akan
melakukannya dengan suka cita meskipun orang di luar sana mengatakan dia itu
‘gila’.
Kegilaan akan dilakukan oleh orang-orang yang berminat,
bukan yang berbakat. Karena terkadang orang yang berbakat pun tak selalu
memiliki minat yang sangat kuat. Itulah kenapa banyak orang ‘gila’ diluar sana
yang dengan bangganya menyatakan bahwa mereka pernah dianggap ‘gila’ oleh
orang-orang di sekitarnya. Ini bukan omong kosong, karena di ilmu psikologi pun
menyebutkan bahwa minat akan mempengaruhi segala aspek kehidupan seseorang. Coba
perhatikan Albert Einstein, Bill Gates, bahkan Mark Zuckenberg yang menjadi
‘gila’ oleh minat mereka kepada ilmu teknologi dan sains. Bahkan, beberapa
diantaranya memutuskan untuk tak melanjutkan perkuliahannya dan memilih mundur
dari universitas tempat mereka belajar. Sudah cukup gila, bila belum coba cari
contoh lain orang-orang di luar sana yang sukses karena minat mereka yang
tinggi terhadap sesuatu hal.
Patient (Sabar)
Bagaimana kalau terlebih dahulu kita bersepakat bahwa tak
ada kesuksesan yang instan, okey. Bahkan orang-orang yang beruntung pun butuh
waktu untuk mendapat sesuatu yang mereka impi-impikan. Sabar dan sabar, mulai
bosan? Berarti kamu masih belum mampu memaknai apa arti sebuah kerja keras
didalam bersabar. Coba lihat para pelari, mereka harus mulai berlari ketika
peluit ditiup, apa jadinya jika mereka tak mempunyai kesabaran, pasti akan
terkena penalty bahkan diskualifikasi. Seperti itulah hidup, semua ada masanya,
tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dengan kata lain, bersikaplah
proporsional, bergerak disaat dan waktu yang tepat.
Sabar itu membosankan, bagi orang-orang yang lemah. Karena
untuk menjadi pribadi yang sabar seseorang wajib memiliki jiwa dan mental yang
sehat. Kuat tak hanya dari fisik, tapi juga dari dari dalam, yaitu keyakinan.
Kita perlu yakin untuk bersabar, tanpa keyakinan sabar akan menjadi amat
menyusahkan, membosankan, dan melelahkan. Salah satu orang pendiri Alibaba.com
pernah membuktikan, betapa pentingnya kesabaran, ia harus menjadi seorang guru
dengan gaji pas-pasan sebelum mampu menjadi seorang founder ternama dunia.
Pemilik situs jual beli terbesar di china bahkan di dunia. Sabar benar-benar
memiliki kekuatan tanpa batas, namun tidak akan pernah mudah melakukannya.
Sabar adalah sifat terindah yang Tuhan berikan kepada
maanusia, tapi tak banyak yang bisa memeliharanya, tak jarang bahkan
menghilangkannya. Sungguh amat disayangkan, sehingga banyak manusia yang tersesat
pada jalan yang sudah jelas sekalipun karena ketidaksabarannya. Jangan salahkan Tuhan bila hidup kita tak
membaik, tapi lihatlah kedalam dirimu sendiri, apakah sifat mulia itu masih
tersisa dalam hati kita atau tidak. Sekali lagi kutu tidaklah sedang menggurui
kalian kawan, tapi kita belajar bersama agar menjadi lebih baik di masa yang
akan dating.
Persistent (Tekun)
Tekun tidak jauh berbeda dengan kesabaran dalam hal
ketahanan, tapi amat berbeda dalam tindakan. Ketekunan akan melengkapi
kesabaran yang kita miliki. Karena kita tak akan pernah menyerah di dalam
ketekunan, bila sabar lebih bersifat pasif, maka ketekunan adalah versi
aktifnya. Orang yang tekun akan mencoba sesuatu secara berulang hingga ia
menemukan solusinya. Ia akan mengubah taktik, pendekatan, dan bahkan teknik
untuk mendapatkan hasil sesempurna yang dia impikan.
Menjadi tekun tidaklah mudah, diperlukan analisa
berkali-kali dan rasa ingin tahu yang tinggi, tanpa kedua hal itu ketekunanmu
tak akan berbuah apa-apa. Menjadi tekun bukanlah sebuah alasan untuk sukses,
tapi tekun adalah faktor penentu kesuksesan. Berapa banyak orang yang
bergelimpangan di fase yang satu ini. Sangat sulit untuk menjadi tekun, apalagi
bila kita telah melakukan kesalahan dan kegagalan selama berkali-kali. Pasti orang
yang lemah akan berpikir, “ini mungkin bukan keahlianku”, “sepertinya memang
mustahil melakukan hal ini”, dll.
Bagaimana kawan, cukup rumit bukan menjadi seseorang yang
tekun seperti yang diharapkan. Coba kita lirik cerita inspiratif tentang penemu
bola lampu Thomas Alfa Edison, beliau telah
ribuan kali mengalami kegagalan namun beliau tetap optimis akan
penemuannya. Bila seorang Thomas Alfa bukanlah seorang yang tekun, mungkin saja
bola lampu tak akan diketemukan hingga saat ini. Tak akan ada cahaya
warna-warni yang kerap kita saksikan dijalan raya dan tempat-tempat wisata lain
di dunia di kala malam tiba. Semua akan gelap gulita, mungkin saja kita masih
menggunakan lampu minyak dengan tingkat keterangan yang minim dan cenderung
remang. Itulah yang dinamakan ketekunan, selain berterima kasih kita juga wajib
mencontoh sikap beliau dalam menyikapi kegagalan. Beliau tidak menyerah dan
terus berjuang untuk menyempurnakan ciptaannya.
Orang yang tekun akan melihat segala hal dengan ‘kacamata
positifnya’, tak akan terlalu banyak mengeluh, dan menerima segala
kegagalannya. Jadi tidak menjadikan kegagalan sebagai sebuah akhir, tapi lebih
memasukkannya ke dalam sebuah proses penyempurnaan. Sempurna bukan berarti kita
menyelesaikan sesuatu dengan mudah, tapi sempurna berawal dari berbagai
kegagalan yang kita rasakan sehingga kita mampu menikmatinya sebagai sebuah
proses. Mari kita hirup nafas alam-dalam, coba perhatikan berapa hal yang telah
kalian tinggalkan karena sebuah kegagalan, frustasi yang memuncak, dan ketidaksabaran
kita menjalani sebuah proses. Mari perbaiki tingkat ketekunanmu selagi masih
sempat kawan.
Terakhir, mungkin inilah intisari dari yang kutu telah
jelaskan diatas, E sebagai Energi, kita butuh energy untuk tetap hidup. Energi
kehidupan, energi yang membuat kita masih hidup hingga sekarang, dan energi
tambahan untuk membuat kita tetap bertahan di tengah kerasnya usaha meraih
sebuah mimpi. Tanpa energi kita tak akan mampu melakukan apapun di bumi, bahkan
kita bisa disebut mati meski kita masih mampu bernafas. Orang yang sukses
adalah seseorang yang memiliki cukup banyak energi, bahkan berlebih, sehingga
mampu menular pada orang-orang di sekitarnya. Jadi, inti dari sebuah jalan
sukses adalah untuk mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya agar bisa kita
gunakan untuk melewati segala rintangan dan kesulitan yang menghadang. Semakin
banyak energi, maka semakin lebar jalanmu menuju sukses. Karena sukses hanya
didapatkan oleh orang yang bekerja keras, dan hal itu akan memerlukan tenaga
yang sangat banyak untuk mencapainya. P3=E adalah kunci kesuksesan
hidup ini, entah kamu mau memulai dari mana, tapi ketiga hal dari P lah
intinya. Jangan menyerah, jadilah sekuat yang kamu bisa dan lampauilah. Niscaya
kamu akan mampu melewati P3 dan mendapatkan Energi yang banyak untuk
menyongsong masa depanmu yang cerah.
Terima kasih.
Salam Sukses Kawan..
Salam Sukses Kawan..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar