Visitor

Sabtu, 01 Agustus 2015

Rumus Sukses Mutakhir Si Kutu


Percayakah kalian akan sebuah kesuksesan yang diraih dengan kerja keras, dan kenapa kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Bila dilihat dari kacamata para pesohor yang telah sukses pasti mereka akan menjawabnya ‘ya’ dan ‘mungkin’. Kenapa ada kata mungkin di dalamnya, mungkinkah orang yang tak terlalu bekerja keras juga bisa mendapatkan kesuksesannya? Ternyata banyak misteri yang tak terungkapkan bukan.

Kesuksesan adalah impian semua orang. Tak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak menginginkan kesuksesan dan kekayaan dalam hidupnya. Meskipun sedikit berbeda namun keduanya tetaplah memiliki tujuan yang sama yaitu BAHAGIA. Memang tak ada yang mudah menggapai kesuksesan ataupun kekayaan, pasti sang pejuang akan menemui banyak rintangan yang senantiasa menghadang. Jadi, jangan kaget kalau menjadi sukses itu tidak mudah.

Tak semua orang mengawali kesuksesannya dengan kesulitan yang bertubi-tubi, tak jarang dari mereka mampu meraihnya relative ‘instan’. semuanya bisa terjadi bila keberuntungan seseorang memang sedang baik, tapi kemungkinannya sangat kecil, 1 banding 1000 kemungkinannya. Jauh berbeda dengan kesuksesan yang diraih dengan sebuah kerja keras, kemungkinan berhasil akan menjadi sangat besar dibanding hanya mengandalkan keberuntungan semata.  

Disini kutu bukan ingin mengajari atau menggurui, tapi kutu ingin membagi pelajaran yang pernah kutu dapat dari berbagai pengalaman dan pengetahuan yang kutu dapat. Sehingga kutu dapat menemukan rumus hidup sukses yang satu ini. Sebelum memperpanjang atau memperlebar pembahasan, kutu akan sedikit menjelaskan apa itu P3 dan E dari rumus yang kutu buat. E itu adalah sebuah singkatan dan Energi, kekuatan yang kita cari untuk mencapai sebuah tujuan, tanpa itu kita akan terlihat lemah dan tak berdaya, bahkan lebih buruk akan menimbulkan putus asa. Sedangkan P3 adalah singkatan dari Passion, Patience, dan Persistent, ketiganya adalah unsur pembangun dalam menciptakan Energi yang optimal.

Bagaimana, apa kalian sudah mulai capek baca artikel kutu yang satu ini. Kalau memang lagi capek mending simpan artikel ini untuk dibaca di lain waktu dan dalam keadaan yang lebih segar tentunya. Bukannya melarang, tapi kutu ingin agar ilmu yang kutu bagi ini bisa diserap dengan optimal oleh akal dan pikiran kalian kawan. Terlebih butuh praktek untuk membuktikan kebenaran dari rumus yang kutu buat ini.

Rumus ini dimulai dengan huruf P dan pangkat 3. P adalah Power sebagai sebuah alat pendorong, mendorong potensi dan segala kemampuan yang kita miliki, dan pangkat 3 lebih krusial daripada itu, sebuah kesatuan yang membentuk sebuah Power agar menjadi lebih optimal dan luar biasa. Berikut penjelasannya:

Passion (Minat)


Minat adalah sebuah kunci, bukan sebuah bakat tapi lebih berharga daripada itu. Minat akan membuat seseorang melakukan sesuatu tanpa beban, tanpa perlu dorongan, dan akan dipenuhi dengan keikhlasan. Bakat memang luar biasa, tapi minat yang kuat akan jauh lebih luar biasa. Meskipun orang yang tidak berbakat  harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan talentanya, itu tidak masalah. Karena mereka akan melakukannya dengan suka cita meskipun orang di luar sana mengatakan dia itu ‘gila’.

Kegilaan akan dilakukan oleh orang-orang yang berminat, bukan yang berbakat. Karena terkadang orang yang berbakat pun tak selalu memiliki minat yang sangat kuat. Itulah kenapa banyak orang ‘gila’ diluar sana yang dengan bangganya menyatakan bahwa mereka pernah dianggap ‘gila’ oleh orang-orang di sekitarnya. Ini bukan omong kosong, karena di ilmu psikologi pun menyebutkan bahwa minat akan mempengaruhi segala aspek kehidupan seseorang. Coba perhatikan Albert Einstein, Bill Gates, bahkan Mark Zuckenberg yang menjadi ‘gila’ oleh minat mereka kepada ilmu teknologi dan sains. Bahkan, beberapa diantaranya memutuskan untuk tak melanjutkan perkuliahannya dan memilih mundur dari universitas tempat mereka belajar. Sudah cukup gila, bila belum coba cari contoh lain orang-orang di luar sana yang sukses karena minat mereka yang tinggi terhadap sesuatu hal.

Patient (Sabar)


Bagaimana kalau terlebih dahulu kita bersepakat bahwa tak ada kesuksesan yang instan, okey. Bahkan orang-orang yang beruntung pun butuh waktu untuk mendapat sesuatu yang mereka impi-impikan. Sabar dan sabar, mulai bosan? Berarti kamu masih belum mampu memaknai apa arti sebuah kerja keras didalam bersabar. Coba lihat para pelari, mereka harus mulai berlari ketika peluit ditiup, apa jadinya jika mereka tak mempunyai kesabaran, pasti akan terkena penalty bahkan diskualifikasi. Seperti itulah hidup, semua ada masanya, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dengan kata lain, bersikaplah proporsional, bergerak disaat dan waktu yang tepat.

Sabar itu membosankan, bagi orang-orang yang lemah. Karena untuk menjadi pribadi yang sabar seseorang wajib memiliki jiwa dan mental yang sehat. Kuat tak hanya dari fisik, tapi juga dari dari dalam, yaitu keyakinan. Kita perlu yakin untuk bersabar, tanpa keyakinan sabar akan menjadi amat menyusahkan, membosankan, dan melelahkan. Salah satu orang pendiri Alibaba.com pernah membuktikan, betapa pentingnya kesabaran, ia harus menjadi seorang guru dengan gaji pas-pasan sebelum mampu menjadi seorang founder ternama dunia. Pemilik situs jual beli terbesar di china bahkan di dunia. Sabar benar-benar memiliki kekuatan tanpa batas, namun tidak akan pernah mudah melakukannya.

Sabar adalah sifat terindah yang Tuhan berikan kepada maanusia, tapi tak banyak yang bisa memeliharanya, tak jarang bahkan menghilangkannya. Sungguh amat disayangkan, sehingga banyak manusia yang tersesat pada jalan yang sudah jelas sekalipun karena ketidaksabarannya.  Jangan salahkan Tuhan bila hidup kita tak membaik, tapi lihatlah kedalam dirimu sendiri, apakah sifat mulia itu masih tersisa dalam hati kita atau tidak. Sekali lagi kutu tidaklah sedang menggurui kalian kawan, tapi kita belajar bersama agar menjadi lebih baik di masa yang akan dating.

Persistent (Tekun)


Tekun tidak jauh berbeda dengan kesabaran dalam hal ketahanan, tapi amat berbeda dalam tindakan. Ketekunan akan melengkapi kesabaran yang kita miliki. Karena kita tak akan pernah menyerah di dalam ketekunan, bila sabar lebih bersifat pasif, maka ketekunan adalah versi aktifnya. Orang yang tekun akan mencoba sesuatu secara berulang hingga ia menemukan solusinya. Ia akan mengubah taktik, pendekatan, dan bahkan teknik untuk mendapatkan hasil sesempurna yang dia impikan.

Menjadi tekun tidaklah mudah, diperlukan analisa berkali-kali dan rasa ingin tahu yang tinggi, tanpa kedua hal itu ketekunanmu tak akan berbuah apa-apa. Menjadi tekun bukanlah sebuah alasan untuk sukses, tapi tekun adalah faktor penentu kesuksesan. Berapa banyak orang yang bergelimpangan di fase yang satu ini. Sangat sulit untuk menjadi tekun, apalagi bila kita telah melakukan kesalahan dan kegagalan selama berkali-kali. Pasti orang yang lemah akan berpikir, “ini mungkin bukan keahlianku”, “sepertinya memang mustahil melakukan hal ini”, dll.

Bagaimana kawan, cukup rumit bukan menjadi seseorang yang tekun seperti yang diharapkan. Coba kita lirik cerita inspiratif tentang penemu bola lampu Thomas Alfa Edison, beliau telah  ribuan kali mengalami kegagalan namun beliau tetap optimis akan penemuannya. Bila seorang Thomas Alfa bukanlah seorang yang tekun, mungkin saja bola lampu tak akan diketemukan hingga saat ini. Tak akan ada cahaya warna-warni yang kerap kita saksikan dijalan raya dan tempat-tempat wisata lain di dunia di kala malam tiba. Semua akan gelap gulita, mungkin saja kita masih menggunakan lampu minyak dengan tingkat keterangan yang minim dan cenderung remang. Itulah yang dinamakan ketekunan, selain berterima kasih kita juga wajib mencontoh sikap beliau dalam menyikapi kegagalan. Beliau tidak menyerah dan terus berjuang untuk menyempurnakan ciptaannya.

Orang yang tekun akan melihat segala hal dengan ‘kacamata positifnya’, tak akan terlalu banyak mengeluh, dan menerima segala kegagalannya. Jadi tidak menjadikan kegagalan sebagai sebuah akhir, tapi lebih memasukkannya ke dalam sebuah proses penyempurnaan. Sempurna bukan berarti kita menyelesaikan sesuatu dengan mudah, tapi sempurna berawal dari berbagai kegagalan yang kita rasakan sehingga kita mampu menikmatinya sebagai sebuah proses. Mari kita hirup nafas alam-dalam, coba perhatikan berapa hal yang telah kalian tinggalkan karena sebuah kegagalan, frustasi yang memuncak, dan ketidaksabaran kita menjalani sebuah proses. Mari perbaiki tingkat ketekunanmu selagi masih sempat kawan.

Terakhir, mungkin inilah intisari dari yang kutu telah jelaskan diatas, E sebagai Energi, kita butuh energy untuk tetap hidup. Energi kehidupan, energi yang membuat kita masih hidup hingga sekarang, dan energi tambahan untuk membuat kita tetap bertahan di tengah kerasnya usaha meraih sebuah mimpi. Tanpa energi kita tak akan mampu melakukan apapun di bumi, bahkan kita bisa disebut mati meski kita masih mampu bernafas. Orang yang sukses adalah seseorang yang memiliki cukup banyak energi, bahkan berlebih, sehingga mampu menular pada orang-orang di sekitarnya. Jadi, inti dari sebuah jalan sukses adalah untuk mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya agar bisa kita gunakan untuk melewati segala rintangan dan kesulitan yang menghadang. Semakin banyak energi, maka semakin lebar jalanmu menuju sukses. Karena sukses hanya didapatkan oleh orang yang bekerja keras, dan hal itu akan memerlukan tenaga yang sangat banyak untuk mencapainya. P3=E adalah kunci kesuksesan hidup ini, entah kamu mau memulai dari mana, tapi ketiga hal dari P lah intinya. Jangan menyerah, jadilah sekuat yang kamu bisa dan lampauilah. Niscaya kamu akan mampu melewati P3 dan mendapatkan Energi yang banyak untuk menyongsong masa depanmu yang cerah.

Terima kasih.  

Salam Sukses Kawan..